Pangkalpinang – Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Saipul Bakhri, secara resmi membuka Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui bidang Guru dan Tenaga Kependidikan. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang telah melalui serangkaian tahapan seleksi secara ketat dan berjenjang.
Kegiatan pelatihan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Balitong Resort, Pasir Padi, Pangkalpinang ini dilaksanakan mulai 22 Juni hingga 1 Juli 2026.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, narasumber dari Direktorat Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Plt. Kepala Bidang Pembinaan SMA, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Pengajar Praktik/Fasilitator, Ketua PGRI, Ketua MKKS SMA, Ketua MKKS SMK, serta para kepala SMA dan SMK se-Kota Pangkalpinang, serta peserta pelatihan BCKS.
Ketua Panitia Pelaksana yang juga Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan, Harun, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan menyiapkan bakal calon kepala sekolah yang memiliki kompetensi kepemimpinan pembelajaran, kemampuan manajerial, serta kapasitas dalam mengelola satuan pendidikan secara efektif, efisien, dan berorientasi pada kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan pemimpin pendidikan yang dapat menggerakkan transformasi pendidikan serta meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Harun menjelaskan bahwa proses seleksi peserta dilakukan melalui beberapa tahapan. Seleksi administrasi diikuti oleh 121 calon peserta. Selanjutnya, asesmen yang dilaksanakan bekerja sama dengan asesor BKPSDMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diikuti oleh peserta yang terdiri atas calon kepala sekolah dan kepala sekolah yang masih menjabat. Dari hasil asesmen tersebut, sebanyak 61 peserta dinyatakan lolos untuk mengikuti seleksi substansi. Berdasarkan hasil seleksi substansi, terpilih 30 peserta yang berhak mengikuti Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah Tahun 2026.
Materi pelatihan meliputi kebijakan pendidikan, kepemimpinan pembelajaran, dan pengelolaan kurikulum. Melalui kegiatan ini diharapkan lahir kepala sekolah yang kompeten, profesional, berintegritas, serta mampu meningkatkan mutu pendidikan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Dari 30 peserta yang mengikuti pelatihan, terdapat delapan kepala sekolah yang saat ini masih menjabat. Hal tersebut sejalan dengan ketentuan Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025 yang mengamanatkan bahwa seluruh kepala sekolah, baik yang sedang menjabat maupun calon kepala sekolah, wajib memiliki sertifikat kepala sekolah dan mengikuti Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah, ujar Harun.
Sementara itu, Kepala Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Edward, menyampaikan bahwa untuk dapat mengikuti pelatihan ini, peserta harus melalui proses seleksi yang berlapis dan kompetitif. Ia berharap pelatihan tersebut dapat memberikan banyak masukan dari para mentor terkait pengelolaan sekolah, sekaligus menjadi wadah berbagi pengalaman, strategi, dan praktik baik dalam memimpin satuan pendidikan.
Dalam sambutannya, Saipul Bakhri menegaskan bahwa tantangan dunia pendidikan saat ini menuntut peningkatan kinerja dan upaya bersama dalam mewujudkan sekolah yang bermutu.
“Banyak hal yang harus kita sinergikan. Kita perlu membangun kebersamaan, kolaborasi, dan memperkuat landasan kerja agar mampu menghasilkan pendidikan yang berkualitas. Melalui pelatihan ini, kompetensi yang telah dimiliki dapat terus dibangkitkan dan dikembangkan demi kemajuan pendidikan di Bangka Belitung,” ujarnya.
Menurut Saipul, peningkatan mutu pendidikan memerlukan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan. Oleh karena itu, pelatihan ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas dan kompetensi para calon kepala sekolah maupun kepala sekolah yang sedang menjabat agar dapat menjadi pemimpin pembelajaran yang adaptif dan inovatif.
Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh sehingga ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat diterapkan di satuan pendidikan masing-masing. Ia menutup dengan harapan agar kegiatan ini memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.